
|
|
| Total Posting |
: |
27 |
| Total Comment |
: |
139 |
| Unique Counter |
: |
3140 |
| Total Member |
: |
13157 |
|
Sedang Online
| Non Member |
: |
1 |
| Members |
: |
0 |
| Sekarang |
: |
1 |
| Yang Lalu |
: |
131 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
 |
|
Ummat Islam dan Teori Konspirasi
Sebuah buku berjudul, Akar Konflik Politik Islam di Indonesia, ditulis oleh Dhurorudin Mashad, terbitan Pustaka Al Kautsar, cetakan Juni 2008. Buku ini diberi kata pengatar oleh Eep Saefulloh Fatah, pakar politik UI. Pustaka Al Kautsar termasuk sering menerbitkan buku-buku yang bertema politik Islam. Buku ini melengkapi wacana yang telah diterbitkan sejak lama. Dalam buku karya peneliti LIPI ini banyak wawasan-wawasan informasi yang bisa dijadikan alat untuk memahami peta politik Islam di Indonesia, sejak dulu sampai saat ini. Namun kali ini saya tidak bermaksud membahas buku Dhurorudin Mashad di atas. Cukuplah pembaca mengkajinya secara mandiri. Disini saya lebih tertarik membahas salah satu materi kata pengantar Eep Saefulloh Fatah, ketika dia menjelaskan sumber-sumber kemunduran kehidupan Ummat Islam di Indonesia.
|
|
Hanya Islam yang memerdekakan Negeri ini
 baca : Mengapa Inggris Membom Surabaya??  Oleh : Wildan Hasan *
“Kalaulah suatu penduduk Negeri beriman dan bertaqwa kepada Allah, niscaya kami akan membuka kan berkah buat mereka dari langit dan dari bumi…” (Al-A’raf : 96)
Setiap tanggal 10 November rakyat Indonesia memperingatinya sebagai Hari Pahlawan Nasional. 10 November sebuah tanggal yang monumental buah perjuangan arek-arek Suroboyo di bawah pimpinan pejuang besar kemerdekaan, Bung Tomo. Namun naas, karena sejarah milik penguasa. Nasib Bung Tomo tiada ubahnya bak pesakitan dan pengkhianat bangsa. Ia di penjara oleh rezim yang berkuasa. Namun pula akhir sejarah Allah yang menentukan, Bung Karno kena tulah dari ucapannya yang terkenal "Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawannya".
|
|
Sebuah Fakta Pertarungan Ideologi
Alhamdulillah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamdu. Inilah ucapan syukur dan rasa gembira tak terkira saat DPR mengesahkan UU Pornografi, 30 Oktober 2008 lalu. Perjalanan panjang proses legislasi RUU APP akhirnya sampai di terminal akhir: lahir UU Pornografi. Alhamdulillah, kini bangsa Indonesia memiliki payung hukum untuk menolak bahaya pornografi. Hal ini sekaligus menandakan kemenangan masyarakat pro moral atas kaum hedonis liberal. Sampai detik-detik terakhir, para seniman dan artis pendukung liberalisasi moral terus melancarkan serangan terhadap UU Pornografi. Termasuk dengan mengungkap alasan-alasan yang didramatisasi, seperti kriminalisasi wanita, merusak “Bhineka Tunggal Ika”, menghapuskan budaya dan tradisi masyarakat, mengancam keutuhan NKRI, dll. Pada titik tertentu, mereka lebih kelihatan seperti pendukung gerakan separatisme, ketimbang para pembela industri esek-esek. (Siapa yang pro NKRI, siapa yang mengancam perpecahan?).
|
|
Membaca Ulang Sejarah, Meretas Kebangkitan Modern
 Taufiq Amrullah, Ketua Umum KAMMI Pusat periode 2006-2008 Sejarah kejayaan dan kejatuhan peradaban bangsa-bangsa dipergilirkan. Peradaban besar menemui masa keemasan masing-masing. Satu sama lain saling menyerang dan memperluas wilayah pengaruh, penaklukan bangsa lain adalah bagian dari kejayaan itu sendiri. Kejayaan dan kekuasaan itu tidak given melainkan harus diperjuangkan. Zero Sum Game, hasrat saling mengalahkan menjadi hukum dasar kekuasaan.
Dalam kitab suci Al Qur'an banyak dikisahkan jatuh bangunnya peradaban, yang menandakan ketidakberdayaan manusia mempertahankan keabadian kekuasaan. Kejatuhan peradaban terbaik sekalipun adalah kepastian yang sudah menjadi sunnatullah pergiliran kekuasaan. Penyebab keruntuhan peradaban terjadi karena berbagai sebab, misalnya karena ditaklukkan musuh, kejadian alam seperti perubahan iklim, bencana banjir, wabah penyakit dan lainnya, maupun oleh perilaku menyimpang kaum dan penguasanya sendiri.
|
|
Krisis Keuangan Global, Derita perih dari Kapitalis
Oleh: Rizqi Awal Nabhani Az-Zain Rahman al-Palembani *
Akhir-akhir ini dunia diguncang dengan krisi dahsyat, dengan di awali dari krisis kredit macet perumahan dipertengahan 2007 (subprime Mortage) yang melanda perusahaan besar seperti Bear Stearns, Morgan Stanley, dan Merryll Linch. Bahkan secara lugas krisis saat itu juga merembet dan merambah ke beberapa perbankan dunia termasuk Citigroup yang merupakan induk perusahaan dari Citibank. Akibatnya, mulai adanya system keanehan dalam pasar modal, kenaikan BBM yang semakin tak terkendali serta dan keraguan para investor dalam penanaman modal. Pemerintah USA melalui menteri keuangan berupaya memberikan bantuan kepada perusahaan Merill Lynch untuk dapat diselamatkan. Maklum usut punya usut perusahaan ini berperan besar dalam memuluskan langkah George W. Bush dan salah satu menterinya memiliki kepemilikan modal di perusahaan ini. Namun, hal ini tidak dapat menolong Merill Lynch dari kebangkrutan. Sehingga pada 15 September 2008 Bank of America mengakuisisi perusahaan ini. Yang mengejutkan Lehman Brothers (Big Five Security Company) megumumkan kebangkrutannya di September 2008. Akibatnya perusahaan yang memegang peranan penting simpanan obligasi ini (Security Company) berperan besar dalam ketidakstabilan bursa-bursa saham di seluruh dunia.
|
|
Islam Mataram dan Derita Muslim Indonesia
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Sejak lama, bangsa kita tidak pernah bahagia. Bahagia hanya ada di ujung lidah, tidak terwujud dalam realitas sebenarnya. Selama ratusan tahun, 350 tahunan, bangsa kita berada di bawah kolonialisme asing (VOC, Belanda, Inggris, Jepang). Setelah merdeka kita berada dalam penderitaan di bawah kepemimpinan putra-putra pribumi. Zhahirnya merdeka, tetapi hakikatnya masih dijajah bangsa lain. Malah penjajahan era sekarang sangat dahsyat, sebab operatornya multi nasional.
Apa yang disebut kehidupan adil-makmur, gemah ripah loh jinawi, hanyalah fantasi, hanyalah mimpi untuk menina bodokan kesadaran bangsa ini. Kita tidak pernah sampai ke keadaan itu, sejak jaman kolonial sampai saat ini. Tidak usah jauh-jauh, sekedar setara dengan kondisi bangsa Malaysia saja, kita tidak mampu. Para pemimpin, cendekiawan, pakar, ulama, dll.
|
|
 |
|
|
 |
|
 |
|
|
|
|
|
|
|